Kedisiplinan Waktu Membuahkan Kesuksesan Perjuangan



Meski beberapa ashab Hawariy Ash-Shofwah Niqobah Sumenep berhalangan hadir namun tidak menyurutkan semangat para hawariyyun lainnya untuk melaksanakan pertemua rutin. Pertemuan minggu kemarin 15/02/15 merupakan pertemuan yang ke-7 dan bertempat di wilayah utara Sumenep. Pondok Pesantren Darul Hikmah Desa Sumber Tombet  Kecamatan Batuputih menjadi tuan rumah berlangsungnya kegiatan rutin Hawariy. Acara kali ini molor dari jadwal biasanya mengingat jarak tempuh menuju lokasi acara yang lumayan jauh dan berada di daerah terpencil.
Dalam acara yang dimulai pukul 09.38 WIB tersebut KH. Khairul Anam sebagai pengasuh ponpes Darul-Hikmah sekaligus Khatib di PCNU Sumenep menyambut rombongan hawariyyun dengan smabutan yang hangat dan mesra.
Acara diisi dengan beberapa sambutan, KH. Khairul Anam selaku tuan rumah menceritakan pengalaman pribadinya saat pertama mengenal Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliky Rahimahullahu Ta’ala melalui qosidah karyanya di usia 9 tahun. Beliau termasuk salah satu alumni ponpes Al-Anwar yang diasuh oleh KH. Maimun Zubeir.
Sambutan kedua oleh ketua Hai’ah Ash-Shofwah Al-Malikiyyah Niqobah Sumenep KH. Ahmad Fadllan Masykuri yang memberikan penjelasan mengenai kalam Abuya Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliky yang ditulis oleh salah satu santri senior beliau, yaitu : Habib Musthofa bin Husein Al-Jufry dalam kitab Istikhrajul-Laaly wal –Almaas yang berbunyi :
AKTSARU UMUWRIY MUBARMAJATUN WA MUNADLOMATUN, LAKIN LAA YAHKUMUYNIY ANNIDHOOMU.

Kebanyakan urusanku telah terprogram dan terencana dengan rapi tetapi aku tidak mau diatur oleh program itu. “

KH.Ahmad Fadlan menjelaskan panjang lebar mengenai kalam abuya tersebut lewat pengalaman pribadi beliau selama berkumpul sekitar 2 tahun 8 bulan. Abuya Al-Maliky Rahimahullahu Ta’ala dikenal sebagai sosok yang sangat disiplin waktu, setiap sehabis shubuh, beliau menuliskan agenda kegiatan hariannya pada secarik kertas baik urusan pribadi, urusan keluarga maupun urusan pondok pesantrennya sampai kunjungan dan ziarah beliau ke kota lain. Sekitar 80 % waktu beliau digunakan untuk berkhidmah dan 20 % waktu beliau untuk keluarga. Hal itu beliau lakukan setiap hari selama masa hidupnya.

Sambutan terakhir disampaikan oleh Habib Jakfar bin Ahmad al-Jufry selaku ketua Hawariy Sumenep yang memberikan masukan dan dorongan agar para hawariyyun dapat melaksanakan dauroh aswaja di tahun 2015. Kedisiplinan waktu yang Abuya Sayyid Muhammad al-Maliky terapkan membuahkan kesuksesan perjuangan pemikiran beliau lewat berdirinya organisasi Hai'ah ash-Shofwah al-Malikyyah dan Hawariy ash-Shofwah al-Malikiyyah.

Share on Google Plus

About

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.

0 komentar:

Posting Komentar